Sabtu, 19 Februari 2011

Bayangan dalam fotografi

Dalam dunia fotografi pengetahuan dasar yang baik tentang cahaya sangat penting. Karena cahaya memiliki peranan utama dalam penentu eksposur dalam pemotretan. Kemudian tahap selanjutnya adalah mengerti tentang pencahayaan, sehingga dapat menciptakan karya foto yang baik dalam berbagai kondisi.
Sumber cahaya sangat beragam seperti matahari, berbagai macam jenis lampu dan benda lain yang berpendar. Setiap sumber cahaya memiliki karakteristik tersendiri sehingga diperlukan pengenalan khusus terhadap karakter setiap sumber cahaya.
Cahaya selain memiliki karakteristik juga dapat menimbulkan bayangan yang dihasilkan dari pantulan optis atau pun ruang yang gelap karena tidak terkena cahaya. Bayangan memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Faktor penting yang menentukan bagaimana bayangan terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.
Bayangan adalah padanan atau gambar optis suatu objek yang di bentuk oleh cermin, lensa, ataupun optis lainya. Pada hakikatnya bayangan merupakan kedudukan focus-fokus yang di bentuk oleh sistem optis dapat pula permukaan air, maupun lapisan-lapisan udara di atas aspal yang panas.
Bayangan dapat juga berarti kegelapan yang berbentuk dalam ruang dan tercetak pada suatu permukaan bila suatu objek yang tak tertembus cahaya memotong berkas-berkas sinar yang datang dari sumber cahaya, objek dan permukaan serta ukuran sumber cahaya dan objek akan menentukan apakah bayangan itu seluruhnya gelap ( umbra ) ataukah ada bagian ( luar ) yang setengah gelap ( penumbra ). Bila itu tidak menghalangi seluruh berkas cahaya, akan terjadi bagian setengah gelap dari bayangan.
” Ready to Fly” Zulvikar Anang Rivani,2005


Bayangan dalam artikasan adalah kesia-sianan yang tertinggal di belakang tetapi juga sekaligus  sebuah harapan mencari jati diri. Bayangan sesuatu yang selalu mengikuti dalam pikiran dan kehidupan serta menghuni dalam setiap di dalam ruang alam sadar maupun di alam bawah sadar.
Memahami bayangan dalam dunia fotografi dapat memperkaya wawasan kita dalam menciptakan karya fotografi. Selain memberikan elemen pendukung secara visual bayangan dapat memberikan arti yang lain dalam berkarya.
” You See !” Zulvikar Anang Rivani, 2005

Rabu, 16 Februari 2011

Fotografi potret

Potret fotografi atau potret adalah memotret orang atau sekelompok kecil orang ( potret kelompok ), dimana ekspresi wajah lebih dominan. Tujuanya adalah menampilkan wajah, keperibadian dan bahkan ekspresi subjek. Focus utama dari foto adalah wajah seseorang, dengan seluruh tubuh dan latar belakang dapat dimasukkan untuk memperkuat karakter objek. Sebuah potret umumnya tidak snapshot tetapi gambar terdiri dari objek manusia yang sedang berpose dan melihat langsung ke arah ke kamera.

Pada umumnya potret terdiri dari dua jenis
1.       Potret “head and shoulder” wajah dan pundak.
Potret jenis ini hanya menampilkan wajah yang baik dengan karakter orang tersebut. Meminimalisir distorsi pada wajah sehingga orang yang difoto lebih mirip dengan aslinya  dan menarik.

2.       “Environmental portret” potret lingkungan.
Environmental portret yang memasukan elemen lingkungan ke dalam foto sehingga orang yang melihat dapat mengetahui informasi yang lebih dari orang tersebut.

Rabu, 09 Februari 2011

Angle & Pose

Angle adalah sudut pengambilan gambar. Sedangkan pose adalah posisi atau bentuk tubuh model dalam menghadapi kamera. Berpose adalah alat psikologis yang kuat dan memainkan peran besar dalam menyampaikan pesan fotografer, karena bahasa tubuh dan ekspresi dapat mengungkapkan banyak hal tentang karakter subjek. Pose seharusnya tidak hanya menjadi pelengkap subjek, tapi harus menyampaikan pesan yang kuat atas potret yang di buat Dalam pengambilan gambar ada berapa hal yang harus diperhatikan :
1.      Sudut pengambilan gambar jangan sampai menghasilkan distorsi terhadap model.
2.      Kenali karakteristik model untuk mendapatkan sudut pengambilan gambar yang terbaik.
3.      Arahkan model dengan pose senyaman mungkin.
4.      Pencahyaan yang tepat dapat memperkuat karya foto.
5.      Bangunlah suasana dalam pemotretan.

Ada berapa cara sudut pengambilan gambar yang sering di gunakan :

Full Frontal : Full frontal adalah sudut pengambilan gambar dimana kamera dan model berada dalam posisi tegak lurus.

Profile : adalah sudut pengambilan gambar dari sisi samping model membentuk sudut 90⁰ dari kamera.
Side Angle : Sudut pengambilan gambar dimana tubuh model membentuk sudut dengan kamera antara 30⁰ shingga 60⁰ dari kamera.

Extreme Close Up : Sudut pengambilan yang sangat dekat dan hanya mengambil bagian-bagian tertentu saja seperti mata, bibir, hidung dan sebagainya.
High Angle : Sudut pengambilan yang dilakukan dari arah atas model.
Back Side Angle : Sudut pengambilan dari arah belakang( pundak ) model, dan arahnya menyamping sehingga menampilkan wajah model dari samping.

Low Angle : Sudut pengambilan yang dilakukan dari arah bawah model.

Back Angle : Sudut pengambilan dari arah belakang model ( model tegak lurus membelakangi kamera ).

Sabtu, 05 Februari 2011

Studio Photography

Dunia fotografi mulai mengenal studio pada abad 19. Mereka menggunakan studio untuk merekayasa pencahayaan di dalam ruang untuk mendapatkan kualitas foto menjadi lebih dramatis dan artistik. Penggunaan setting dan lampu studio untuk mendapatkan pembakaran film yang baik. Tanpa tergantung dari cahaya alami yang kadang tidak bersahabat dalam pemotretan.


Secara garis besar fotografi studio bisa digolongkan kepada spesialisasi berikut:
1.    Fotografi potret

2.     Fotografi still life

3.     Fotografi fashion
4.     Fotografi Interior
5.     Fotografi wedding

6.     Fotografi People

Rabu, 26 Januari 2011

Tata Cahaya

Tata cahaya merupakan pengenalan karakter cahaya alami dan buatan yang jatuh pada objek. Cahaya alami dapat dilakukan dengan objek dan posisi kamera dengan rentang waktu dari matahari terbit hingga terbenam. Sifat-sifat cahaya harus dipahami agar dapat menangkap momen disaat cahaya berada dalam kondisi tepat. Pemahaman akan kualiatas cahaya berserta sifat-sifatnya tentu menambah kualitas hasil fotografi anda. Ada berbagai macam karakter cahaya pada posisi objek.

Sabtu, 18 Desember 2010

Komposisi

Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, Tekstur, terang dan gelap. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact- sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda. Dengan demikian anda perlu menata sedemikian rupa agar tujuan anda tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatu mengejutkan, beda dan eksentrik.

Rabu, 08 Desember 2010

CAHAYA

Cahaya atau lighting merupakan unsur utama dalam fotografi sehingga tidak berlebihan jika seni fotografi dianggap sebagai teknik yang dihasilkan oleh para pelukis cahaya. Cahaya yang menyebabkan kita bisa melihat benda-benda di sekeliling kita. Dengan bantuan mata yang bisa menangkap semua gelombang cahaya yang dihasilkan atau dipantulkan oleh benda-benda di sekeliling kita. Benda yang dapat menghasilkan gelombang energi cahaya disebut sumber cahaya. Dalam fotografi sumber cahaya terdiri dua macam:

Senin, 04 Oktober 2010

Blur

Blur adalah kekaburan dalam bahasa Indonesia atau bokeh dari bahasa jepang. Boke yang di ucapkan dengan akhiran h, yakni bo-keh yang berarti ‘fuzzy’ atau blur. Penggunaan teknik blur yang tepat dapat menghasilkan komposisi yang sangat menarik dan estetis. Untuk menjadikan blur tidak rancu dengan ketidakfokusan atau out of focus maka blur harus dihubungkan dengan keseluruhan komposisi sehingga treminologi out of focus dapat dihidari.
Kuantitas blur pada lensa dapat di hasilkan dari konsep depth of field ( DOF ) yang merupakan jarak objek yang tertangkap oleh lensa sebagai bagian ruang tajam. Bagian di luar bidang yang tajam tersebut secara alami akan menjadi kabur karena out of facus. Semakin jauh dari area tajam objek akan semakin tidak tajam. Konsep kekaburan yang kita kenal sebagai DOF sempit, yang sangat tergantung pada beberapa bagian, antara lain (1) panjang focal length (2) aperture; dan (3) jarak objek dengan kamera.