Sabtu, 18 Desember 2010

Komposisi

Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, Tekstur, terang dan gelap. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact- sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda. Dengan demikian anda perlu menata sedemikian rupa agar tujuan anda tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statis dan diam atau sesuatu mengejutkan, beda dan eksentrik.


Elemen dasar dalam Komposisi
1.       Garis
Fotografer yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.
2.       Shape
Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.
 Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualitas gambar.
3.       Form
Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualitas ini tercipta dari bentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualitas cahaya yang mengenai objek tersebut.
4.       Tekstur
 Sebuah foto dengan gambar teksur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subjek anda.
Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeda. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subjek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus mundur karena subjek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.
Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.
5.       Patterns/Ritme
Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. Keberadaan pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahasia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.
Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.
6.       Warna
Warna menjadi factor yang sulit dilepaskan dari foto, terutama setelah era 70-an ketika film warna hadir. Permainan elemen warna menjadi unsur penarik perhatian utama karena setiap warna juga memiliki arti tersendiri dan menciptakan kesan tertentu. Warna cerah atau terang, seperti merah, kuning akan menarik perhatian dan member kesan kegembiraan, semangat, dan keberanian. Warna putih mengesankan kelembutan, kesucian dan kasih sayang.
Tujuan Pengkomposisian
1.       Penyederhanaan
Mengurangi bagian dari komposisi foto yang menyebabkan tema atau pesan yang akan kita sampaikan menjadi kabur dan pusat perhatian dalam foto tidak jelas karena terganggu oleh elemen yang tidak diperlukan dalam komposisi.

2.       Perbandingan
Memberi perbandingan pada objek utama sehingga menjadi pusat perhatian. Perbandingan objek utama dapat kita berikan dari lingkungan sekitarnya seperti perbedaan ukuran, warna, bentuk atau elemen lainya, yang membuat objek utama tampak lebih dominan dan tampak berbeda dari objek pembanding.
3.       Penyeimbangan
Penambahan unsur elemen dalam foto yang bertujuan meningkatkan kesimbangan  komposisi foto dan memperkuat isi foto.
4.       Kata keterangan
Latar belakang dalam komposisi mendukung , memperkuat kesan dan pesan pada objek utama. Sehingga dengan kehadiran elemen penyelaras di latar belakang maupun di depan objek utama, foto dapat lebih berbicara.
5.       Pengarahan
Mengarahkan arah perhatian pemirsa ke objek utama foto dengan unsur elemen lain yang member isyarat atau petunjuk ke titik tertentu.
6.       Penguatan
Memberikan kesan dramatis pada foto. Dengan memberikan unsur elemen atau sudut pandang yang dapat memperkuat objek utama.
7.       Pemberian Dimensi
Pengkomposisian memberikan kesan kedalaman ruang dan jarak. Penempatan unsur elemen komposisi yang membentuk garis imajiner dapat menujukan kedalaman ruang dan dimensi pada foto.
8.       Dinamisasi
Elemen - elemen yang  melambangkan gerak mampu mendinamiskan foto.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar